Minggu, 25 Mei 2014

Merindu lagi

S
aya mengenalmu bukan hanya dalam hitungan jam atau dalam hitungan hari. Saya sudah cukup lama mengenalmu bahkan sudah dalam hitungan tahun. 2 tahun sudah terlewati. Banyak yang sudah kita lalui, Ingatkah ketika kita masih sama sama culun dengan memakai seragam putih abu-abu, ketika kita masih malu-malu, ketika masih enggan untuk menyapa ketika bertemu di sekolah karena takut bila akan diejek oleh teman sekolah, ketika kita masih backstreet karena takut ketahuan sama orang tua, dan ketika pengumuman SMA yang rasanya sedikit aneh karena kita seperti tidak saling mengenal dan ragu-ragu untuk difoto berdua hihi dan pastinya ketika kamu belum menjadi siapa-siapa. Hihi rasanya lucu sekali untuk mengenang kejadian kita dulu. Bisakah kita ulang kembali moment-moment itu? Apakah kamu masih ingat sama cerita ini? Aku Rindu, sangat merinduuu.......
Hai, kamu apa kabar? Aku tak tahu kabarmu seperti apa setelah kejadian itu. Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu masih bisa merasakan apa yang aku rasakan sekarang? Dan apakah kamu dengar suaraku memanggil namamu setiap aku merindukan kamu? Hehe sedang berbuat apa aku ini. Pertanyaan ini hanya sia-sia karena tidak akan pernah ada jawabannya.
Tak pernahkah terbesit dipikiranmu untuk memperbaiki semuanya lagi? Apakah usahaku selama ini kurang dimatamu? Rasanya semua usaha kemarin itu sia-sia sekali. Aku berjuang untuk kamu, aku berusaha untuk mengabulkan semua permintaanmu, aku tak ingin kamu kecewa untuk kesekian kalinya. Apapun akan kulakukan agar kau tetap bahagia jika bersamaku. Hanya itu maukuuuuu......
Ketika dulu kita saling mengasihi satu sama lain, saling meberikan perhatian yang luar biasa dan saling memberi cinta yang tulus namun semua itu tinggal kenangan. Kini semuanya telah menjadi pemberontakan hati. Tidak ada lagi kesamaan pikiran, tak pernah ada lagi moment seperti dulu. Iya takkan pernah ada. Jangan pernah berharap semuanya akan kembali. Relakan semaunya, relakan ia pergi bersama impiannya. Itu yang ia mau. Jangan pernah melibatkan keegoanmu disini. Hari ini akan selalu berbeda dengan hari kemarin begitu juga hari esok pasti akan berbeda. Pasti dibalik kesedihanku sekarang, semua akan dibalas dengan rencana tuhan yang lebih indah. Aku yakin itu.
Untuk terakhir kalinya aku mengatakan "Aku Merindukan Kamu"......


Kamis, 22 Mei 2014

Kenapa harus terjadi?

Tetesan air mata ini tak bisa lagi ku bendung. Bahkan telah membasahi seluruh wajahku. Hembusan nafasku pun mulai tidak beraturan rasanya sesak untuk mengalami hal ini. Aku belum siap! Sama sekali tidak siap untuk semua ini. Rasanya aku ingin teriak kenapa hal ini terjadi lagi kepadaku. Rasanya tidak adil buatku. Kenapa harus aku yang alami? Kenapa tidak orang lain saja? Dan kenapa kamu buat aku seperti ini? Kenapa kamu berikan harapan kepadaku kalau akhirnya akan menyakitkan aku? Kenapaaaaaaa?

Malam itu moodku sama sekali tak stabil. Aku gelisah, aku cemas, bahkan aku menitikan air mata. Aku khawatir akan terjadi hal yang tidak baik malam ini. Ya tuhan, Aku kenapa? Tenangkan hatiku tolong peluk aku tuhan. Tak lama kabar buruk itu pun hadir. Lagi, lagi dan lagi kejadian yang sama terulang lagi. Namun kali ini lebih menyakitkan aku. Sungguh sangat menyakitkan. Emosiku sempat memuncak, aku tak bisa lagi menahannya. Nada suara yang keras bercamapur dengar tetesan air mata, belum lagi pikiranku yang semakin hancur dan nafas yang semakin sesak. Aku tak terima kenapa harus seperti itu? Kenapa kamu katakan hal itu kepadaku? Kamu tidak berfikir perasanku disini seperti apa? kamu pikikan itu semua tidak? ah apalah artinya semua ini, semuanya akan sia-sia.

Kini hanya perasaan kosong dan kesendirian yang kurasakan. Aku tak ingin mengingat semuanya lagi. Rasanya ingin aku hapus memoriku tentangmu, aku terlalu sakit untuk semua ini. Kamu berikan aku harapan yang besar, kamu selalu memotivasiku dengan kata “berjuang saja dulu, aku ingin lihat perjuanganmu seperti apa, SEMANGAT”. Kata kata ini selalu aku ingat sampai kapan pun akan aku ingat. Ini motivasiku untuk memperbaiki semuanya. Aku akan berusaha agar semua keinginanmu terwujud. Aku tak ingin kamu kecewa lagi. Aku takut bahkan sangat takut.


Sekarang, aku sudah temukan jawaban dari semuanya. kini aku sadar bahkan aku sudah paham apa yang menjadi keinginamu. Kenapa engkau berbuat seperti itu pun aku sudah tau. Tak perlu engkau jelaskan lagi. Mungkin dulu aku sudah dikuasai oleh emosi, aku terlalu ego, aku terlalu memprioritaskan diriku agar semuanya bisa aku miliki dan tak boleh lepas dari genggamanku. Aku lupa, aku tak melihat kamu. Maafkan aku. Banyak harapan yang telah kamu berikan kepadaku dan semuanya bermakna dalam hidupku. kenangan kita begitu indah bercampur sakit bila dibuka lagi. akan kusimpan rapat-rapat semua ini. 

Cerita hari ini tidak akan sama dengan hari esok. Aku tak ingin lagi mengharapkan kehadiranmu. Cukup semuanya. Kini kita punya kehidupan masing-masing. KAMU dan AKU itu berbeda.